Jumat, 20 Oktober 2017

TEORI SOSIOLOGI DAN POLITIK

  1. Pengertian Sosiologi dan Objek Sosiologi
Pengertian Sosiologi
Nama “Sosiologi” memang merupakan hasil gabungan antara kata Romawi Socius dan kata Yunani Logos. Socius yang artinya kawan dan Logos yang artinya Ilmu. Dengan demikian,sosiologi diartikan sebagai pengetahuan tentang hidup bermasyarakat. Ungkapan ini dipublikasikan pertama kali oleh August Comte ( 1798-1857 ) lewat bukunya yang berjudul “ Cours De Philosophie Positive “. Teori sosiologi biasanya digunakan untuk memahami latar belakang, susunan, dan pola kehidupan social dari berbagai lapisan golongan dan kelompok dalam masyarakat.
Dalam mempertahankan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kita perlu melakukan interaksi dengan orang lain. Nah, sosiologi mempelajari hal tersebut dengan memberikan gambaran realitas sosial secara ilmiah dengan maksud membantu untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.
 Jadi Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri karena telah memenuhi segenap unsur-unsur ilmu pengetahuan yang ciri-ciri utamanya adalah sebagai berikut :
a.       Sosiologi bersifar Empiris (Didasarkan pada Observasi) artinya berarti bahwa ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.
b.      Sosiologi bersifat Teoritis, yatu ilmu pengetahuan tersebut selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi.
c.       Sosiologi bersifat Kumulatif (Memperluas serta memperhalus teori lama), yaitu teori-teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki,memperluas, serta memperhalus teori-teori lama
d.      Sosiologi bersifat Non Etis (Menjelaskan Fakta Secara Analitis), yaitu yang dipersoalkan bukanlah buruk/baiknya fakta tertentu, tetapi tujuannya adalah untuk menjelaskan fakta tersebut secara analitis.


Beberapa definisi sosiologi menurut beberapa tokoh sebagai berikut :
a.       Pitirim Sorokin mengatakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari
1.      Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam-macam gejala social (Ekonomi, Agama, Moral, Hukum, Gerak Masyarakat, dan Politik)
2.      Hubungan dan Pengaruh timbal balik antara gejala social dan gejala non social (Gejala Geografis dan Biologis)
3.      Ciri-ciri umum semua jenis gejala social

b.      Roucek dan Warren mengatakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
c.       William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff mengatakan bahwa sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interkasi sosial (Organisasi Sosial).
d.      Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial termasuk perubahan sosial.
e.       Max weber mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang berupaya untuk memahami tindakan-tindakan social.
f.       Mayor Polak, Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan, yaitu hubungan antara manusia satu dengan manusia lain, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik kelompok formal maupun kelompok informal atau baik kelompok statis maupun kelompok dinamis
Objek Sosiologi dibagi menjadi 2 yaitu :
a.       Objek Sosiologi Formal/ Umum yaitu persamaan dibidang ilmu sosial. Contoh : Sosial dengan Masyarakat Maksudnya adalah setiap orang pastinya akan selalu bersosialisasi dengan masyarakat banyak  dimanapun ia berada.
b.      Objek Sosiologi Material/ Khusus yaitu Semua aspek fisik yang menentukan perilaku dan kultur seseorang. Contoh : Seiring berkembangnya teknologi di Dunia, banyak orang yang menjadikan Internet sebagai kebutuhannya, karena sudah menjadi kebutuhan masyarakat menjadikan sebuah Internet sebagai sebuah kebiasaan.
Manfaat-manfaat sosiologi :
1.      Menambah pengetahuan kebinekaan sosial
2.      Menumbuhkan kepekaan terhadap toleransi sosial
3.      Menghindari konflik sosial
4.      Menghindari dominasi sosial
5.      Meningkatkan integritas sosial

Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang struktur sosial. Struktur sosial merupakan pola perilaku dari setiap individu masyarakat yang tersusun sebagai suatu system. Baik secara vertikal maupun horizontal. Struktur vertikal yaitu berbentuk stratifikasi sosial, sedangkan horizontal yaitu berbentuk deferensiasi sosial. Dalam ilmu sosiologi, pembentuk struktur sosial yaitu status dan peran sosial.
Diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial.
       I.            Diferensiasi sosial
Diferensiasi adalah klasifikasi terhadap perbedaan-perbedaan yang sama. Asumsinya adalah tidak ada golongan daripembagian tersebut yang lebih tinggi daripada golongan lainnya Pengelompokan horizontal yang didasarkan pada perbedaan ras, etnis ( suku bangsa ), klan dan agama disebut kemajemukan sosial, sedangkan pengelompokan berdasarkan profesi dan jenis kelamin disebut heterogenitas sosial.
Pada intinya hal-hal yang terdapat dalam diferensiasi itu tidak terdapat tingkatan-tingkatan, namun yang membedakan satu individu dengan indidvidu lain nya adalah sesuatu yang biasanya telah ia bawa sejak lahir. Diferensiasi adalah perbedaan yang dapat kita lihat dan kita rasakan dalam masyarakat.
    II.            Stratifikasi sosial
Stratifikasi sosial merupakan konsep dalam sosiologi yang melihat bagaimana anggota masyarakat dibedakan berdasarkan status yang dimilikinya. Stratifikasi dapat terjadi dengansendiri nya sebagai bagian dari proses pertumbuhan masyarakat, juga dapat dibentuk untuk tercapainya tujuan.
Bentuk stratifikasi dapat dibedakan menjadi bentuk lapisan bersusun yang diantaranyadapat berbentuk piramida, piramida terbalik, dan intan. Selain lapisan bersusun bentukstratifikasi dapat juga diperlihatkan dalam bentuk melingkar. Bentuk stratifikasimelingkar ini terutama berkaitan dengan dimensi kekuasaan. Pengelompokan secara vertikal berdasarkan posisi, status, kelebihan yang dimiliki, sesuatu yang dihargai.Distribusi hak dan wewenang, berdasarkan kriteria ekonomi, pendidikan, kekuasaan, dan kehormatan.
Ruang Lingkup kajian sosiologi
Ruang lingkup kajian sosiologi lebih luas dari ilmu sosial lainnya. Hal ini dikarenakan ruang lingkup sosiologi mencakup semua interaksi sosial yang berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok , serta kelompok dengan kelompok di lingkungan masyarakat. Ruang lingkup kajian sosiologi tersebut jika dirincikan menjadi beberapa hal, yaitu sebagai berikut :
  • Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipil yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan penggunaan sumber-sumber kekayaan alam
  • Masalah manajemen yaitu pihak-pihak yang membuat kajian, berkaitan dengan apa yang dialami warganya
  • Persoalan sejarah yaitu berhubungan dengan catatan kronologis, misalnya usaha kegiatan manusia beserta prestasinya yang tercatat, dan sebagainya.
B.     Proses Sosial

Pengertian proses sosial
Pengertian Proses Sosial adalah Cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila para individu dan kelompok-kelompok saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyeybabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. Atau dengan perkataan lain proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehiupan bersama.



Bentuk – bentuk proses sosial
Bentuk-bentuk Umum Proses Sosial adalah Interaksi Sosial (yang dapat juga dinamakan sebagai Proses Sosial) karena Interaksi Sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial.

Ciri-ciri proses sosial :
1.      Jumlah pelakunya lebih dari 1 orang
2.      Terjadinya pada waktu tertentu
3.      Adanya tujuan yang akan dicapai dari hasil Interaksi Sosial

C.    Interaksi Sosial

Pengertian interaksi sosial
Interaksi Sosial merupakan Hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-perorangan antara kelompok-kelompok manusia, maupun orang-perorangan dengan kelompok manusia.

Faktor – faktor interaksi sosial adalah sebagai berikut :
·         Imitasi
Proses belajar seseorang dengan cara meniru atau mengikuti perilaku orang lain, sebagai contoh :
Anak meniru perbuatan orang tua nya, oleh karena itu kita harus membiasakan berbicara dengan lembut kepada anak-anak setiap hari.
·         Identifikasi
Berawal dari rasa kekaguman seseorang pada tokoh idola nya, sebagai contoh :
Seorang anak kecil memakai kostum dengan nomor punggung yang sama dengan pesepak bola idola nya
·         Sugesti
Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain, sebagai contoh :
Masyarakat yang menyarankan warga setempat agar tidak menebang kayu dan menanam pohon kembali agar tidak terjadi kekeringan mata air
·         Motivasi
Dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan rasional, sebagai contoh :
Guru yang memberikan motivasi kepada siswa nya supaya siswa nya semakin giat belajar.
·         Simpati
Suatu proses dimana seseorang merasa tertarik kepada orang lain. Di dalam proses ini memegang peranan yng sangat penting, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami orang lain dan untuk bekerja sama dengan nya. Sebagai contoh :
Seorang guru yang menyatakan rasa simpati nya dengan memberikan ucapan selamat kepada siswa nya yang lulus ujian.
·         Empati
Rasa ketertarikan seseorang kepada orang lain disertai dengan rasa penjiwaan dan tindakan. Sebgai contoh :
Apabila  seseorang yang terkena musibah, selain kita turuntangan untuk membantu, kita juga iut merasakan penderitaannya (apa yang mereka rasakan)

Syarat-syarat terjadinya interaksi social :
1.      Adanya kontak sosial
Kata kontak berasal dari Bahasa latin con (yang artinya bersama-sama) dan tango ( yang artinya menyentuh ). Jadi secara harfiah artinya adalah bersama-sama menyentuh. Maksudnya menyentuh adalah orang-orang yang dapat berhubungan satu dengan lainnya melalui telepon, telegraf, radio, surat, dll.
Kontak social terbagi menjadi 4 :
a.       Primer
Adalah suatu interaksi social yang  terjadi pada 2 pihak atau lebih pada waktu, tempat, dan situasi yang sama. Contoh : Nia berjabat tangan dengan Kepala Sekolah digerbang sekolah.
b.      Sekunder
Adalah suatu interaksi social yang terjadi dengan menggunakan perantara. Sekunder itu dibagi menjadi 2  :
-Sekunder langsung adalah interaksi social yang menggunakan perantara alat komunikasi. Contoh : Handphone
-Sekunder Tidak langsung adalah interaksi social yang perantaranya adalah manusia. Contoh : Pengiriman surat melalui kurir.
c.       Kontak social positif
Adalah Mengarah pada suatu kerja sama, diskusi, dan bermusyawarah.
d.      Kontak Sosial negative
Adalah mengarah pada suatu pertentangan atau konflik.

2.      Adanya komunikasi
Komunikasi berasal dari Bahasa latin Communicare yang berarti berhubungan. Secara harfiah komunikasi berarti berhubungan atau bergaul dengan orang lain.
Ada 5 unsur komunikasi :
1.      Komunikator : Orang yang menyampaikan pesan, perasaan, atau pikiran kepada pihak lain.
2.      Komunikan : Orang atau kelompok yang dikirimi pesan perasaan atau pikiran.
3.      Pesan : Sesuatu yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa Informasi, Instruksi, dan perasaan.
4.      Media : Alat untuk menyampaikan pesan (tulisan, gambar, ataupun film)
5.      Efek : Perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan setelah mendapatkan pean dari komunikator.

Macam-macam Interaksi Sosial :
1.      Individu-Individu maksudnya interaksi yang dilakukan tidak lebih dari 2 orang.
Contoh :
-Percakapan antara si A dan si B baik secara langsung maupun tidak langsung.
2.      Individu-Kelompok maksudnya interaksi yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih.
Contoh : Dosen yang sedang mengajar para mahasiswanya dikelas.
3.      Kelompok-Kelompok maksudnya interaksi yang dilakukan oleh banyak orang.
Contoh : 2 Partai politik mengadakan kerja sama untuk mengarahkan partai politik yang ketiga didalam pemilihan umum. Atau apabila 2 buah perusahaan bangunan mengadakan suatu kontrak untuk membuat jalan raya, jembatan, dan seterusnya disuatu wilayah yang baru dibuka.

D.    Bentuk-bentuk Interaksi Sosial :

1.      Asosiatif : Mengarah kepada persatuan.
a.       Kerjasama
Proses saling mendekati dan bekerja sama antar individu, antara individu dan kelompok, atau antar kelompok dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan bersama, sebagai contoh :
Suatu tim sepak bola harus bekerja sama untuk dapat menciptakan gol ke gawang lawan.
Terdapat 5 bentuk kerjasama, yaitu :
1.      Kerukunan yaitu yang mencakup gotong-royong dan tolong-menolong.
2.      Bargaining yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih.
3.      Kooptasi (Cooptation) yaitu suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.
4.      Koalisi (Coalition) yaitu Kombinasi antara 2 organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama.
5.      Joint Ventrue yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu, misalnya pengeboran minyak, pertambangan batu bara, perfilman, perhotelan, dll.

b.      Akomodasi
Adalah usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadian nya, sebagai contoh :
Perkelahian antara dua orang siswa di sekolah guru dapat menjadi perantara untuk mendamaikan kedua siswa setalah guru mempelajari penyebab terjadinya perkelahian.
Bentuk-bentuk Akomodasi :
1.      Coercion (Paksaan) yaitu dimana salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah bila dibandingkan dengan pihak lawan.
2.      Compromise (Kompromi)  yaitu salah satu pihak bersedia untuk merasakan dan memahami keadaan pihak lainnya dan begitu pula sebaliknya.
3.      Arbitration (Arbitrasi) yaitu suatu cara untuk mencapai kompromi apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri.
4.      Mediation (Mediasi) yaitu Menyelesaikan masalah dengan cara mengundang pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada.
5.      Conciliation (Mendamaikan) yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
6.      Toleration (Toleransi) yaitu suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. Dan timbul secara tidak sadar dan tanpa direncanakan untuk menghindarkan diri dari suatu perselisihan.
7.      Stalemate (Pencegahan) yaitu suatu tindakan untuk mencegah terjadinya suatu pertikaian.
8.      Adjudication (Ajudikasi) yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
c.       Asimilasi
Merupakan bentuk proses social yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan di antara orang-orang atau kelompok manusia, sebagai contoh :
Orang yang jawa yang bertransmigasi ke papua akan berasimilasi dengan peunduduk setempat sehingga batas-batas antara kelompok masyarakat tidak begitu jelas lagi terlihat satu dengan lain nya. Factor- factor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi :
1.      Toleransi,
2.      Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi,
3.      Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya,
4.      Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat,
5.      Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan,
6.      Perkawinan campuran atau (amalgamation)
7.      Adanya musuh bersama dari luar.
d.      Akulturasi
Adalah proses social yang timbul apabila terjadi percampuaran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi, sebagai contoh :
Dalam perbauran kebudayaan hindu-budha dan kebudayaan islam dengan kebudayaan asli Indonesia.

2.      Disosiatif : Mengarah kepada perpecahan.

a.       Kompetisi/ Persaingan
Suatu proses social yang terjadi dimana individu atau kelompok saling bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui bidang-bidang tertentu dengan menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil, sebagai contoh :
Persaingan antara dua orang juara kelas di suatu sekolah untuk membuktikan siapa yang layak dapat bintang sekolah, kedua juara kelas itu akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk mencapai gelar tersebut.
Bentuk-bentuk persaingan :
1.      Persaingan ekonomi,
2.      Persaingan kebudayaan,
3.      Persaingan untuk mencapai suatu kedudukan dan peranan dalam masyarakat
4.      Persaingan karna perbedaan ras.
b.      Kontravensi
Bentuk interaksi social yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik, sebagai contoh :
Kecurigaan yang masih ada terhadap seseorang yang sering dijumapai atau ditemui atau apabila suatu rencana yang telah ditetapkan oleh pemerintah diragukan kegunaan nya oleh masyarakat
Bentuk-bentuk kontravensi :
1.      Perbuatan penolakan,perlawanan, dan lain-lain
2.      Menyangka pernyataan orang lain di muka umum
3.      Melakukan penghasutan,
4.      Berkhianat,
5.      Mengejutkan lawan
c.       Konflik / Pertentangan
Pertentangan suatu proses social dimana seseorang atau kelompok dengan sadar atau tidak sadar menentang pihak lain yang disertai ancaman atau kekerasan untuk mencapai tujuan atau kainginan nya, sebagai contoh :
Konflik yang diikuti dengan tindak kekerasan sering terjadi ketika polisi pamong praja menangani masalah pergusuran pedagang kaki lima yang berjualan di atas trotoar jalan.
Bentuk-bentuk pertentangan adalah :
1.      Pertentangan pribadi
2.      Pertentangan rasial
3.      Pertentangan antara kelas-kelas social
4.      Pertentangan politik
5.      Pertentangan yang bersifat internasional




DAFTAR PUSTAKA

Soekanto, Serjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers
Sunarto, Kamanto. 2014. Pengantar Sosiologi edisi Revisi. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia



Tidak ada komentar:

Posting Komentar