Senin, 03 November 2014

Harga Emas Turun Ketika Dolar Menguat


Financeroll – Perdagangan bursa komoditas logam mulia di hari Senin(3/11), harga emas dan perak diperdagangkan lebih rendah, ketika beragam peristiwa ekonomi akhir pekan lalu masih mendukung dolar AS menguat jelang data aktifitas manufaktur AS nanti malam.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa, emas berjangka pengiriman Desember telah diperdagangkan lebih rendah 0.09% di level $1.170.60 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Sejak perdagangan di sesi Asia hari ini, harga emas terpantau menyentuh level $1.161.30 untuk sesi terendah harian dan level $1.171.30 untuk sesi tertinggi harian.

Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman Desember juga terpantau diperdagangkan lebih rendah 0.27% di level $16.063 per troy ounce, dengan terpantau menyentuh level $15.743 untuk sesi terendah harian dan level $16.122 untuk sesi tertinggi harian.

Beragam peristiwa yang hadir pada pekan lalu, mulai dari keputusan yang ditempuh oleh The Fed dalam mengakhiri program stimulusnya yang disusul dengan pernyataan Bank Sentral Jepang untuk melakukan perluasan pada laju program pembelian obligasinya, hal ini telah menjadi faktor utama kembali datangnya tekanan bagi logam berjangka khususnya pada harga emas dan perak.

Serangkaian peristiwa ekonomi tersebut seketika memberikan penguatan bagi dolar AS dan justru melemahkan harga emas, mengingat bahwa pergerakan harga emas cenderung berlawanan terhadap greenback.

Pada sore hari ini, index dolar AS, yang memperlihatkan performa greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, menguat 0.24% di level 87.25.
Sementara itu, perhatian pasar hari ini juga tengah tertuju kepada berbagai laporan resmi yang meliputi hasil data PMI manufaktur, belanja bangunan, dan total penjualan kendaraan bermotor di wilayah AS.

Tekanan bagi emas berjangka nantinya dapat bertambah apabila hasil laporan aktifitas manufaktur di wilayah AS kembali mengalami penguatan sehingga menandakan terjadinya peningkatan pemulihan ekonomi Negara tersebut dengan memberikan dukungan kembali menguatnya dolar.

Pada laporan sebelumnya, ISM telah menunjukkan bahwa PMI Manufaktur AS mengalami penuruan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 56.6 di bulan September lalu, sedangkan untuk di bulan Oktober ini survei oleh ekonom telah memperkirakan bahwa PMI Manufaktur AS akan kembali mengalami penurunan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 56.5 di bulan Oktober.

Sumber:  http://financeroll.co.id/news/harga-emas-turun-ketika-dolar-menguat-2/

Minggu, 02 November 2014

Investasi

CATATAN KEUANGAN

OLEH ELVYN G MASASSYA


Mencatat merupakan hal bagus. Demikian juga dengan memilih catatan keuangan yang bisa menjadi sumber data untuk mengevaluasi keuangan Anda dari waktu ke waktu.
Dalam ilmu keuangan ada yang disebut arus kas alias aliran dana masuk dan dana keluar. Bagi pekerja tetap, aliran dana masuk bisa berupa gaji atau upah, bonus, serta uang lembur, mungkin. Jadi, arus dana masuk, bagi pekerja tetap atau penerima upah, relatif mudah mengingatnya karena frekuensinya teratur. Sementara bagi pekerja bukan penerima upah, atau orang-orang yang memiliki profesi tertentu atau pedagang, tentu aliran dana masuk bisa lebih tinggi.
Namun, pekerja penerima upah ataupun pekerja bukan penerima upah tetap butuh pengelolaan pengeluaran yang baik jika tak ingin terjebak pada kondisi "besar pasak daripada tiang" yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan masalah keuangan.
Hal paling mendasar adalah penafsiran tentang arus kas masuk. Apakah Anda menganggap penghasilan Anda seperti "setengah gelas penuh" atau "setengah gelas kosong"? Sebagai contoh, Anda menginginkan satu jenis barang, misalnya tas bemerek yang mahal. Apa yang ada dibenak Anda? Anda merasa mampu memiliki barang itu, misalnya dengan membelinya secara kredit atau berpikiran Anda merasa tak membutuhkan barang itu karena masih bisa hidup meski tidak memiliki tas mewah.
Dengan kata lain, Anda berfikir, lebih baik uang ditabung untuk nanti digunakan bagi keperluan yang lebih penting, misalnya biaya sekolah anak dan sebagainya. Jika yang ada dibenak Anda adalah perasaan mampu membeli barang mewah, berarti Anda menganggap penghasilan Anda adalah "gelas setengah penuh", yang akan bertambah terus. Sementara jika menggunakan uang secara hati-hati, Anda berpandangan "setengah gelas kosong", yang bisa habis dengan cepat. Ironisnya, sering kali dalam praktik, pandangan "gelas setengah penuh" yang beranggapan penghasilannya akan naik malah tidak naik. Yang ada pengeluaran semakin besar, termasuk membelanjakan penghasilan yang akan datang, melalui kartu kredit. Ini kesalahan besar.
Catatan Harian
Setelah memahami makna penghasilan, maka mengatur pengeluaran merupakan hal berikutnya yang membutuhkan pengetahuan, kemauan, dan disiplin, termasuk membuat catatan harian pengeluaran. Bagaimana cara membuatnya?
Pertama, membuat rincian rencana pengeluaran selama setahun. Tentu angkanya hanya perkiraan. Lazimnya, jenis pengeluaran itu bisa dibagi menjadi beberapa jenis, yakni pengeluaran yang personal, terdiri dari makanan/minuman, pakaian, kesehatan. Kemudian, pengeluaran untuk anak-anak, diantaranya biaya sekolah/buku, kursus, dan uang saku. Selanjutnya, jenis pengeluaran untuk rumah, seperti biaya sewa atau angsuran kredit (jika ada), pemeliharaan rumah, biaya asuransi rumah, pajak bumi/bangunan, perbaikan, pembantu rumah tangga, dan hal-hal lain terkait dengan biaya rumah.
Selain itu mesti dirinci juga pengeluaran untuk transportasi, mulai biaya BBM jika menggunakan kendaraan sendiri, biaya angsuran kredit kendaraan, biaya perbaikan kendaraan, hingga biaya bus/taksi jika masih menggunakan transportasi umum. Diluar itu masih ada biaya untuk berlibur, makan diluar rumah/rekreasi, hiburan/nonton film/konser, dan biaya untuk sumbangan. Dan, terakhir adalah biaya lain-lain, misalknya alokasi dana untuk membantu orangtua, biaya kartu kredit, dan biaya jaminan sosial/asuransi. Singkatnya, segala jenis pengeluaran yang lazimnya Anda lakukan mesti tersedia posnya. Itulah yang disebut dengan perencanaan pengeluaran.
Kedua, berdasarkan rincian setahun itu, lalu diturunkan menjadi rincian bulanan. Cara merinci pengeluaran bulanan bisa dilakukan dengan membagi total pengeluaran setahun menjadi 12 bulan. Itu kalau karakter pengeluaran Anda memang bersifat pro rata. Tetapi, ada juga kalangan tertentu, yang pada bulan-bulan tertentu, pengeluarannya besar, sementara dibulan lain bisa lebih kecil. Terserah Anda. Yang penting, ada angka-angka yang direncanakan sebagai rencana pengeluaran bulanan, secara rinci.
Ketiga, dari rincian bulanan tersebut, selanjutnya disiapkan catatan keuangan harian sebagai realisasi dari rencana yang telah dibuat. Disini biasanya problem muncul. Selain tidak disiplin, tidak banyak kalangan yang rela mengalokasikan waktu untuk mencatat pengeluaran apa saja yang sudah dilakukan hari ini dan apa pengeluaran untuk besok. Padahal, jika dilakukan, manfaatnya sangat banyak. Selain sebagai alat kontrol, untuk mngetahui pengeluaran yang sudah terjadi, juga bisa menghentikan rencana pengeluaran yang mungkin tidak diperlukan. 
Apakah memang catatan itu mesti dibuat harian? Tentu saja catatan harian adalah yang terbaik jika ingin melihat secara detail. Tetapi, jika tidak dimungkinkan masih ada jalan keluar. Buat catatan pengeluaran mingguan. Dengan cara ini, paling tidak Anda hanya meluangkan waktu empat kali sebulan untuk mengetahui apakah Anda tergolong orang yang disiplin dengan perencanaan pengeluaran yang telah dibuat atau sebaliknya.
Banyak contoh, memahami detail pengeluaran akan memperbaiki perilaku keuangan. Setidaknya, akan ada rasa penyesalan kenapa memeli barang yang tidak perlu, misalnya. Dan ini akan menghentikan perilaku serupa dikemudian hari. Selain itu, ada sisa harian pengeluaran yang sebenarnya bisa ditabung dan digunakan untuk membiayai pengeluaran lain yang telah direncanakan. Tanpa disadari akan ada penghematan. Dan arus keuangan Anda menjadi lebih sehat.

Sumber : Koran harian KOMPAS. Edisi Minggu, 2 November 2014. Hal 12, Konsultasi.